APARATUR DISPERINDAG KAB/KOTA TANGERANG IKUTI DIKLAT ISO 9001:2000


Jakarta.Balai Diklat Industri Regional III Departemen Perindustrian R.I di Jakarta Timur yang membawahi wilayah Propinsi Lampung, Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat Selasa 27/01 adakan Diklat ISO 9001:2000 selama lima hari sampai hari Sabtu 31/01.
Diklat ini diikuti oleh 23 orang aparatur Disperindag daerah Kabupaten/Kota diwilayah Regional III, dalam rangka pembinaan kepada pengusaha kecil, menengah dan Besar didaerahnya masing-masing sekembalinya dari pelatihan tersebut. Diantara aparatur Disperindag daerah, ikut pula 2 orang pengusaha pupuk dari Kab. Sukabumi.
Tidak mau ketinggalan Disperindag Kab/Kota Tangerang mengirimkan masing-masing satu orang aparatnya untuk meningkatkan keterampilan dalam pelaksanaan pembinaan Sistim Manajemen Mutu (SMM) kepada para pengusaha dilapangan.
ISO 9001:2000 adalah suatu standar internasional untuk sistem manajemen kualitas, yang materi didalamya terdapat 8 prinsip antara lain : Costumer Focus (Organisasi yang berfokus kepada pelangan), Leader Ship (Kepemimpinan), Involvement of people (Keterlibatan Karyawan), Process approach (Pendekatan Proses), System approach to managment (Pendekatan Sistem pada Manajemen), Continual improvement (Peningkatan yang berkesinambungan), Factual approach to decision making (Pendekatan berdasarkan fakta untuk mengambil keputusan), Mutually beneficial supplier relationship (Hubungan pelanggan yang bermanfaat bagi kedua pihak) dan bukan merupakan standar untuk suatu produk (barang atau jasa).

ISO (International Organization for Standardization) dikenal adalah sebagai organisasi non pemerintah dari badan-badan standardisasi lebih dari 150 negara di dunia, dibentuk pada tahun 1947 dan bermarkas di Geneva Swiss. Sedangkan di Indonesia, melalui BSN (Badan Standardisasi Nasional), mengkoordinasikan semua kebutuhan standar nasional yang dibentuk berdasarkan Kep. Pres. No. 13 Th 1997.
Sistem ini telah beberapa kali mengalami perubahan dengan tujuan penyederhanaan untuk dunia jasa dan dunia bisnis. Berawal dari pengembangan di Amerika sejak tahun 1959 dengan nama MIL-Q-9858:1959, Quality System Spec, MIL-Q 45208:1969, Inspection System yang digunakan oleh militer.
Setelah berbagai perubahan dan kepentingan dunia usaha diciptakannya Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO seri 9000:1987 sedangkan di Indonesia oleh BSN diciptakan SNI seri 9000:1992 sampai saat ini dikembangkan ISO 9000:2000 dan masih dalam sosialisasi akan diterbitkan ISO 9001:2008 yang dilaksanakan oleh Departemen Perindustrian R.I.
Sehingga diharapkan para peserta setelah mengikuti pelatihan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2000 ini dapat memahami dan dapat mengaplikasikan ilmunya dilapangan sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing.(rm)

Tidak ada komentar: